Untitled
Setelah ku pahami
ku bukan yg terbaik
yg ada di hatimu
tak dapat ku sangsikan
Ternyata dirinyalah
Yang mengerti kamu
Bukanlah diriku
Ingin maafkanlah aku
Bila ku menjadi bisu
Kepada dirimu
Bukan santunku terbungkam
Hanya hatiku terbatas tuk mengerti kamu
Maafkanlah aku
Walau ku masih mencintaimu
Ku harus meninggalkanmu
Ku harus melupakanmu
Meski hatiku menyayangimu
Nurani membutuhkanmu
Ku harus merelakanmu
Cukup tau rasanya jatuh cinta itu seperti apa..
Bahagia,
Seperti saat dia melihatku..
Dan sakit,
Seperti saat aku melihat dia tetapi dia tak melihatku..
Mencoba untuk membuka kesempatan kpd orng lain itu tak semudah yg dibayangkan.. sudah terlalu terjebak dalam satu hati itu susah untuk mencoba kepada siapapun..
Dalam hati ini, aku hanya bisa menyimpan perasaan ini, memendam perasaan ini dan menjaganya dgn baik dengan tdk sepengetahuannya..
Walaupun dia hampir kumiliki namun hal itu tak pernah terjadi..
Apakah peluang akan menghampiriku lagi suatu hari nanti?
Hanya harapan yg kutunggu dengan berpura pura aku tak menyukainya lagi..
Rini - Mimpi Besarku
Tak bisa aku melupakanmu
Walau kau bukan milikku lagi
Tak biasa aku hidup tanpamu
Terbiasa kau perhatikan aku
Aku dan kamu, itu dia doaku
Aku dan kamu, itulah mimpi besarku
Bagaimana nasib cintaku
Hatiku masih hidup di ragamu
Masih saja ku menganggapmu
Aku pasanganmu seperti dahulu
Tak bisa aku melupakanmu
Walau kau bukan milikku lagi
*courtesy of FunLirik.com
Aku dan kamu, itu dia doaku
Aku dan kamu, itulah mimpi besarku
Bagaimana nasib cintaku
Hatiku masih hidup di ragamu
Masih saja ku menganggapmu
Aku pasanganmu seperti dahulu
Bagaimana nasib cintaku
Hatiku masih ooo
Bagaimana nasib cintaku
Hatiku masih hidup di ragamu
Masih saja ku menganggapmu
Aku pasanganmu seperti dahulu
Oooh (seperti dahulu)
Oooh kau mimpi besarku
ini aneeeh..
sangat aneh !!
dengan secepat ini melupakan seseorang yg pernah bersama itu sangat mudah..
tapi, melupakan dia yang pernah menjadi teman dekat itu tak semudah dan tak secepat melupakan seseorang yg pernah bersama..
ku coba perlahan melupakannya, namun saat aku selalu melihatnya di keramayan, tak pernah ada sedikitpun tuk tak mengenang dia..
dan perasaan ini pun tak pernah mengilang.. mungkin aku terlalu mengharapkan yang tak dia harapkan sebelumnya~
situasi yang seperti ini mengingatkanku pada dia yang pernah menjadi teman terdekatku..
dekat.. aku dan dia dekat.. dekat sejak akhir semester kelas x. tepatnya semester yang lalu..
tak tau kenapa saat dia selalu hadir mengisi kekosonganku yang tepat, aku merasa senang berada di dekatnya dan memungkinkan aku merasa nyaman dengannya..
dia yang selalu mengingatkanku solat.. dia juga yang selalu mengingatkanku untuk selalu berbuat kebaikan..
dia seorang yang asik, membuatku nyaman, seorang yang humoris..
saat itu aku tau perasaan dia sama denganku..
tapi..
sesuatu yang menghambat sehingga aku menjadi seperti sekarang..
menahan beban perasaan yang tertinggal ini..

